“Menghormati
Guru dari Agama Lain”
“Vidya
gurusvetadeva nitya vrttih svayonisu,
pratisedhatsu
cadharman hitam copadisat svapi"
[Manavadharmasastra, II.206]
“Demikian juga hendaknya tingkah lakunya
kepada guru-guru lain dibidang ilmu pengetahuan, [seorang sisya-pen]harus
hormat kepada semua orang yang bisa memberikan nasehat yang baik”
![]() |
[Sentuhlah kaki guru yang mengajarkan prinsip-prinsip Veda] |
Pada
dasarnya, semua guru dalam setiap agama yang ada di dunia ini menginginkan
seluruh sisyanya hidup dalam kedamaian. Jika semua guru di setiap agama
memiliki tujuan demikian, maka semua guru dalam agama yang berbeda-beda
memiliki tujuan yang sama. Setidaknya, alasan inilah yang dapat dijadikan
landasan setiap umat beragama untuk menghormati keberadaan guru dalam agama
lain. Demikian pula patut menjadi perhatian bagi sisya-sisya Hindu. Di dalam
pandangan pendidikan Hindu, Sisya-sisya Hindu tidak dibenarkan untuk tidak
menghormati keberadaan guru lain selain guru-guru yang sering mengajarnya.
Sisya Hindu harus memahami bahwa proses belajar tidak semata-mata dibatasi oleh satu atau dua guru saja. Ilmu pengetahuan bersifat tidak terbatas. Ilmu pengetahuan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, termasuk di dalamnya tidak dibatasi oleh siapa dan darimana asal seorang guru. Di dalam konteks ini, urusan perbedaan suku, golongan maupun agama bukanlah urusan seorang sisya. Karena, di dalam konteks yang lebih luas, seorang sisya yang belajar dengan guru dari agama lain selain dapat menambah ilmu pengetahuan tentang prinsip-prinsip dari agama lain, juga dapat mendidik seorang sisya dalam hal penghargaan terhadap keragaman agama. Setidaknya, kelak sisya-sisya Hindu tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengadu domba atas nama agama. Sisya yang menghargai agama lain juga dapat memperkaya hati dalam persaudaraan sejati antar umat beragama.
Sisya Hindu harus memahami bahwa proses belajar tidak semata-mata dibatasi oleh satu atau dua guru saja. Ilmu pengetahuan bersifat tidak terbatas. Ilmu pengetahuan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, termasuk di dalamnya tidak dibatasi oleh siapa dan darimana asal seorang guru. Di dalam konteks ini, urusan perbedaan suku, golongan maupun agama bukanlah urusan seorang sisya. Karena, di dalam konteks yang lebih luas, seorang sisya yang belajar dengan guru dari agama lain selain dapat menambah ilmu pengetahuan tentang prinsip-prinsip dari agama lain, juga dapat mendidik seorang sisya dalam hal penghargaan terhadap keragaman agama. Setidaknya, kelak sisya-sisya Hindu tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengadu domba atas nama agama. Sisya yang menghargai agama lain juga dapat memperkaya hati dalam persaudaraan sejati antar umat beragama.
Hal
yang perlu digarisbawahi, dalam proses belajar kepada seorang guru, sisya Hindu
juga mesti menggunakan viveka dalam mencerna ilmu pengetahuan yang disampaikan
oleh seorang guru dari agama lain. Tidak semua hal yang disampaikan oleh guru
tersebut patut diterima. Artinya, sisya hanya dapat menerima ilmu pengetahuan
yang tetap mengacu pada prinsip-prinsip ajaran Veda. Jika ajarannya memang
memberikan pencerahan yang menyebabkan diri kita dapat memiliki wawasan
universal seperti yang diajarkan di dalam Veda, maka guru itu patut dihormati
dalam statusnya sebagai seorang guru, karena menghormati guru yang demikian
sama saja dengan menghormati guru dari agama sendiri. Namun, jika guru tersebut
mengajarkan hal-hal yang bersifat diskriminasi, intolenransi atau pelecehan
terhadap agama lain termasuk agama Hindu, sudah selayaknya seorang sisya Hindu
tidak patut mendengar apalagi menyentuh kakinya, karena hal itu sama saja
dengan melecehkan ajaran Veda yang penuh welas asih. Seorang guru yang
menistakan realitas keragaman sebagai sebuah hukum alam, yang merupakan bagian
dari Keesaan Tuhan, dia bukanlah guru…!!! Melainkan seorang PENJAHAT. Demikian
pula, seorang sisya yang menghormati dan meneladani ajaran dari seorang
penjahat sebagai guru, dia bukanlah sisya…!!! tetapi CALON PENJAHAT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar